Skip to main content

Tentang Investor Asing

SATU SUDUT PANDANG TENTANG PMA

Wayan Supadno

*" Kita impor investor/pengusaha asing (PMA) karena negara kita kekurangan jumlah pengusahanya. Sama persis kita impor buah - buahan dan barang lainnya, itu akibat  kekurangan daya suplai dibandingkan kebutuhannya. Itulah sebab saya bermimpi memberdayakan para anak muda agar jadi wirausahawan, lalu ikut mendirikan kampus targetnya agar mereka jadi wirausahawan ". Begitulah satu kalimat pesan seorang konglomerat yang berjiwa nasionalisnya sangat tinggi.*

Ditambahkannya pula, selama ini konsep kita masih membentuk anak muda agar siap kerja. Bukan agar siap mandiri karena trampil hidup dalam kemadirian. Wajar jika banyak antri daftar sebagai pencari lowongan kerja (pengangguran). Mereka kurang berani melangkah mengambil resiko sehingga mentalnya tergantung pihak lain yang menyediakan lapangan kerja. Alhasil banyak PMA yang menikmati banyaknya peluang, berlimpahnya bahan baku dan pangsa pasar yang begitu besarnya di Indonesi ini.

Jika sudah banyak PMA yang menguasai berbagai sektor ekonomi jadi permasalahan sosial. Menimbulkan kecemburuan sosial akibat ketimpangan sosial (rasio gini). Tak ubahnya buah impor, gula impor, sapi impor dan lainnya. Yang jika berlebihan hingga memguasai pasar di dalam negeri akan merengsek hasil petani dan memimbulkan keresahan sosial. Persis juga dengan pengusaha (wirauahawan/investror) impor (PMA).

PMA mau datang membawa dananya sangat besar lalu investasi di Indonesia,  karena mereka kita undang agar tercipta lapangan kerja, agar ada pertumbuhan ekonomi dan pergerakan ekonomi riil, tercipta pajak maupun devisa dan dampak positif lainnya. Tentu mereka tidak salah. Justru kita berterima kasih mereka mau investasi di Indonesia. Karena tak selamamya wirausahawan (PMA)  tersebut mau investasi di negar lain selain Indonesia. Artinya Indonesia terpilih dan terpercaya oleh mereka para investor asing. Iklim usaha Indonesia dianggap baik.


*"  Masalah paling hakiki klasik adalah kenapa wirausahawan kita kurang banyak hingga harus impor, bukankah kita telah cukup banyak mendidik anak muda, tapi mereka jika sudah lulus antri mencari lowongan kerja, bulan cipta lapangan kerja. Mungkinkah polanya yang mesti dikaji ulang.  Baiknya mawas diri agar tahu diri dan berbenah diri . Agar ada dasar untuk lekas _move on_".*


Salam Bangunlah 🇮🇩
Pak Tani

Comments

Popular posts from this blog

Silahkan Impor, Tapi Perhatikan Juga Dampaknya

MENGURAI DAMPAK IMPOR Wayan Supadno Sesungguhnya ekspor impor adalah hal biasa karena hanyalah proses perdagangan antar negara karena tak kan mungkin satu negara mampu memenuhi semua kebutuhannya oleh dirinya sendiri (total swasembada). Pasti sebagian kebutuhannya harus tergantung dari negara lain (impor). Hanya akan jadi masalah jika nilai impornya lebih besar dari nilai ekspornya. Defisit. Cadangan devisa beresiko. Proses terjadinya impor normatif akibat dari banyak hal. Di antaranya saat daya pasokan kurang dibandingkan jumlah kebutuhan, saat harga impor jauh lebih murah dari pada harga barang yang ada di dalam negeri.  Tentu menjadikan hal tersebut berdampak bukan hanya pada neraca perdagan saja. Tapi juga berdampak pada makin meluasnya angkatan kerja di luar negeri. Sekaligus menyempitkan angkatan kerja di dalam negeri terkait barang tersebut. Pernyataan di atas dulu sering kali disampaikan oleh Bp BJ Habibie. Contoh sedehananya : 1. Gula, kita impor 7 juta to...

Strategi Perang dalam Kehidupan Sehari-hari

MENGKAJI HASIL STRATEGI. Wayan Supadno. *" Dulu, saat Perang Dunia ke ll.  Seorang Komamdan memimpin pertempuran, dikirim dan diterjunkan dengan pesawat jumlah 600 prajurit. Berangkat jam 2.00 pagi hari, perjalanan 2 jam ditargetkan jam 4.00 proses penerjunan prajurit. Agar sergapan tuntas. Ternyata karena ke arah timur beda waktu, saat di tempat tujuan sudah jam 6.00 pagi. Alhasil 70% prajurit gugur saat di atas ditembaki musuh dari bawah di pagi hari yang terang. Dampak strateginya tercipta 420 an istri prajurit jadi janda, 930 an anak prajurit jadi yatim. Itulah dampak fatal  jika salah keputusan strategi dari Komandan ". ujar Danrindam l/BB 22 tahun silam.* Pada kehidupan sehari - hari sesungguhnya banyak contoh konkret dari arti strategi, misal : 1. Seseorang kebiasaannya bukan investasi atau memutar dana pada usahanya, tapi menabung hingga jumlah sangat banyak. Tanpa disadari bahwa inflasi dengan bunga bank tabungan relatif sama. Artinya kurun waktu tertentu ...