Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Bahan Skripsi

Dampak Inflasi terhadap Iklim Usaha

PROBLEMATIKA IKLIM USAHA Prinsipnya, saya pribadi sangat memahami jika pemerintah berusaha mengendalikan agar harga pangan stabil tetap bisa kompetitif murah wajar. Agar inflasi tidak naik yang berdampak pada proses mengerek interest rate (suku bunga) bank. Dampak lanjutannya biaya produksi naik akibat upah kerja yang minta naik. Ekstrimnya lagi jika inflasi naik maka angka kemiskinan sulit diturunkan. Makin tidak kompetitif lagi. Kondisi seperti ini pasti sangat dihindari oleh semua pemimpin. Fokus pada biaya pembiayaan yang kalau diaudit selama ini paling besar kontribusinya menaikkan angka inflasi adalah sektor pangan dan transportasi (BPS). Sehingga sering langkah cepatnya dengan cara impor pangan murah agar kembali turun. Inflasipun kembali stabil. Di balik proses itu semua, adanya harga pangan naik sesungguhnya karena jumlah pasokan (produksi) lebih sedikit dibanding permintaan pasar atau karena harga di dalam negeri jauh lebih mahal dari harga di luar negeri. Singkatn...

Bagaimana agar Bisnis Optimal ?

OPTIMALISASI PELUANG PADA RUAS - RUAS BISNIS Sekitar 1,5 tahun lalu, salah satu perusahaan besar sehat dan sudah _Tbk_. Mengadakan acara rapimnas sekaligus rakornas para penelitinya. Kebetulan saya dapat undangan ngisi acara diskusi hal pupuk hayati. Sungguh proses pembelajaran ilmu hikmah. Arus kas nya dibuka sehingga tahu persis cabang usaha mana yang paling produktif dan cabang usaha mana yang masih jadi benalu. Di antara yang memberi kontribusi diurai lagi secara hukum pareto., ketemulah yang paling besar kontribusinya. Pada kebunnya yang luas tersebut ternyata kontribusi terbesarnya dari pupuk hingga 60% nya dari total biaya produksinya. Lalu dibuatlah perusahaan yang tupoksinya membuat formula kebutuhan pupuk kimia, impor bahan jadi distop beralih membuat formula sendiri dan memelihara sapi sebagai pabrik pupuk organik. Hasilnya bisa menekan biaya lagi hingga 30% dibanding beli yang sudah jadi siap aplikasi. Bahkan kapasitas produksi pabrik formulanya ditingkatkan guna...

Berinovasi butuh Riset

BERINOVASI SESUAI KEBUTUHAN MASYARAKAT *" Cari, temukan dan atasi kesulitan prajurit beserta kelurganya bila perlu untuk masyarakat sekitar. Risetlah yang hasilnya bisa dirasakan manfaatnya dan usahakan bahan bakunya ada di masyarakat sekitar  ". Itulah sepenggal kalimat pesan unsur Pimimpan TNI, pada 6 tahun silam saat diperintah jadi salah satu peserta lomba riset di lingkungan TNI.* Pesan di atas hingga saat ini masih terasa hidup dalam ingatan. Lalu saya mengolah data hal problematika prajurit yang ditugaskan di perbatasan Papua. Begitu juga terkait kesehatan keluarganya yang tinggal di asrama/barak. Ternyata problematika utama tingginya kasus salah satunya terkait nyamuk, baik vaktor demam berdarah maupun malaria. Singkat cerita, akhirnya saya fokus pada fase preventifnya agar nyamuk tidak betah di lingkungan prajurit bertugas dan keluarga yang ditinggalkan di asrama. Citronella dan Geraniol minyak esensial pada daun sereh wangi dan daun jeruk purut sangat efekti...

Pelajari Proses Impor

KATANYA, HIDUP DI INDONESIA PALING ENAK JADI IMPORTIR PANGAN Dua tahun silam, saya kedatangan tamu 2 orang. Memakai mobil mewah yang harganya di atas Rp 3 milyar dan baru. Saya mengenali sebelumnya tapi belum dekat amat, sudah 3x berkunjung ke rumah Cibubur. Di pagi hari sabtu itu datang dengan misi khusus. Intinya mengajak saya agar mau bergabung dengan penyertaan modal cukup lumayan. Kalkulasi logis labanya sangat menggiurkan. Tugas saya mencari kuota impor gula agar dapat makin besar lagi. Nyatanya impor pangan Indonesia memang makin melambung. Hanya itu tugas saya, menaikkan kuota impor katanya. Tugas mereka proses pencarian barang termurah, impor hingga pemasarannya yang begitu skillnya diuraikan. Saya terperangah karena asli mencetak cepat dana besar. Terasa mudah dan cepat kalau mau mendongkrak kesejahteraan. Sayangnya, anggapan mereka salah. Dianggapnya saya punya banyak jalur khusus untuk mengegoalkan kuota impor gula agar dapat lebih besar lagi. Dianggapnya juga sa...

Harus Bagaimana Cara Mengolah Teknologi Inovasi ?

KOK TEKNOLOGI INOVASI ITU BERNAMA SUBSIDI DAN BANSOS Beberapa sahabat saya orang Korea Selatan yang berdomisili di Cikarang. Mereka investor asing industri yang bahan bakunya sebagian impor dan lokal.  Di antaranya mengkudu, bulu angsa, sayur organik. Saat main ke rumah Cibubur pernah cerita kalau di Korea Selatan bukan mencari inovasi agar bisa subsidi apalagi bansos. Melainkan teknologi inovasi yang mereka miliki disubsidikan untuk masyarakat. Contoh konkretnya, seorang dosen sekaligus sebagai peneliti di salah satu kampus. Selalu dirangsang agar mau terus tiada henti meneliti dan berinovasi. Jika sudah dapat inovasi maka pemerintah mensubsidi dana jumlah tertentu, wujudnya utang tanpa bunga bank. Yang penggunaannya untuk proses komersialisasi inovasinya (industrialisasi). Sehingga saatmya nanti inovasinya betul - betul membumi bermanfaat nyata untuk masyarakat luas, bahkan bisa jadi sumber passive income negara wujudnya pajak dan devisa. Begitulah Korea Selatan car...

Mengenal lebih dekat manfaat dan peluang kelapa Genjah

PELUANG EMAS KELAPA GENJAH UNTUK BIOAVTUR *Pada tanggal 10 Januari 2020, di JIC Kemayoran Jakpus, Bp Presiden Jokowi menyampaikan bahwa tak lama lagi Indonesia akan jadi produsen avtur (bahan bakar pesawat terbang) berbahan baku kelapa. Ini harapan segar dan baru bagi petani. Setelah sukses B30 sawit diikuti Malaysia, yang mengagetkan masyarakat dunia. Yang mendongkrak kesejahteraan petani dan dunia usaha kaitannya.* Program B30 akan menyerap CPO nasional 48% dari total jumlah produksi CPO nasional. Akan mengerem jumlah impor solar fosil hingga titik nol. Artinya itu akibat dari membuka pasar baru di dalam negeri dengan inovasi membumi yang diprakarsai oleh ITB maka jadi perubahan besar - besaran fundamental tatanan ekonomi nasional hal energi dan sawit. Jawaban bagi yang sukanya hanya pesimistis dengan Indonesia miliknya sendiri. Muncul lagi Bioavtur Kopra (kelapa). Ini juga akan membuat perubahan besar lompatan tajam jika benar jadi kenyataan. Karena Indonesia selama ini produ...

Silahkan Impor, Tapi Perhatikan Juga Dampaknya

MENGURAI DAMPAK IMPOR Wayan Supadno Sesungguhnya ekspor impor adalah hal biasa karena hanyalah proses perdagangan antar negara karena tak kan mungkin satu negara mampu memenuhi semua kebutuhannya oleh dirinya sendiri (total swasembada). Pasti sebagian kebutuhannya harus tergantung dari negara lain (impor). Hanya akan jadi masalah jika nilai impornya lebih besar dari nilai ekspornya. Defisit. Cadangan devisa beresiko. Proses terjadinya impor normatif akibat dari banyak hal. Di antaranya saat daya pasokan kurang dibandingkan jumlah kebutuhan, saat harga impor jauh lebih murah dari pada harga barang yang ada di dalam negeri.  Tentu menjadikan hal tersebut berdampak bukan hanya pada neraca perdagan saja. Tapi juga berdampak pada makin meluasnya angkatan kerja di luar negeri. Sekaligus menyempitkan angkatan kerja di dalam negeri terkait barang tersebut. Pernyataan di atas dulu sering kali disampaikan oleh Bp BJ Habibie. Contoh sedehananya : 1. Gula, kita impor 7 juta to...

Pertanian Suatu Daerah Tergantung Negara Memenejnya

HAL PANGAN, TIADA USANG SEPANJANG JAMAN Belajar Nulis. Jika menyimak data fakta negara - negara maju proporsi usia  petaninya justru yang muda makin mendominasi. Misal saja Jerman, Prancis dan lainnya petani mudanya justru di atas 70%.  Terbalik dengan di Indonesia petani mudanya hanya 12% (BPS 2014) hasil sensus pertanian terakhir, yang diadakan tiap 10 tahun sekali. Bahkan yang punya ilmu pertanianpun tidak mau bertani. Sekalipun APBN telah memberi anggaran triyunan rupiah/tahunnya untuk mendidiknya dengan segala fasilitas kampus dan pakar/ahli sebgai pendidiknya. Fenomena ini merupakan bahan analisa untuk meramal apa yang akan terjadi di masa mendatang, terkait insan intelektual pengelola sektor pertanian. Begitu juga negara - negara yang teramat miskin alamnya. Maka logikanya mereka akan kesulitan pangan. Nyatanya justru merekalah saat ini jadi lumbung pangan dunia. Israel dan Ethiopia 65% lahanya tandus. Tapi kini jadi lumbung pangan dunia. Lahan tandus disulap j...

Kegalauan Sarjana Pertanian

HAL SARJANA PERTANIAN (BUKAN FATAMORGANA TAPI DATA FAKTA) *" Terus berikan kami masukan positif dan tetaplah suarakan kebaikan. Kami tidak mau saatnya nanti para pemimpin birokrasi hingga tingkat menteri dan pengusahanya, justru bukan dimiliki oleh orang yang bukan sarjana pertanian, perikanan dan peternakan. Akibat dari menurunnya minat anak muda kuliah pada fakuktas tersebut dan yang sudah diwisudapun tidak mau konsisten menekuni usaha sesuai ilmunya ". Itulah pernyataan Bp Rektor Kampus Ternama Klas Dunia menyampaikan ke saya pada sebuah Kongres di JCC Jakarta beberapa tahun silam, kebetulan saya diminta jadi salah satu narasumbernya ".* Rasanya saya makin hormat kepada beliau. Positif, onyektif  dan berpikir jauh ke depan bukan hanya sekedar agar jabatannya aman. Beda jauh dibandingkan umumnya ahli. Rata - rata  _ngeles_ mencari pembenaran atas kesalahan agar selalu dapat pujian. Beliau beda sekali.  Bahkan membuat ilustrasi jika saat ini kita tidak punya ana...

Indonesia Bermain Politik

POLITIK BISNIS ASING YANG MENJEBAK INDONESIA *Jika kita mengendarai mobil/motor mau selamat ke depannya maka sesekali harus mau melihat spion. Jika kita mau pantas pas memakai sandamg maka harus mau sesekali bercermin sambil menimbang badan agar tahu dirinya.* Pasti kita ingat betapa kita dulu jaya klas dunia pada beberapa komoditas dan sekarang makin lepas kejayaan itu hingga meningkatnya jumlah ketergantungan kita terhadap produk impor pada komoditas yang dulu jaya tersebut. Problematika di atas karena multi sebab dan bukan semata - mata karena kekalahan dalam bersaing dalam hal teknologi inovasi kita. Besar kemungkinan karena kalahnya taktis, strategi dan politik bisnis negara asing. Pihak asing terlalu banyak terlibat urusan strategi makro Indinesia sejak puluhan tahun silam. Jika mereka tidak bisa campur tangan membuat kebijakan makro di Indonesia maka membuat kampanye negatif menyerang dengan sasaran bidik komoditas targetnya. Pendek kata kalau tidak bisa frontal maka m...

Strategi Perang dalam Kehidupan Sehari-hari

MENGKAJI HASIL STRATEGI. Wayan Supadno. *" Dulu, saat Perang Dunia ke ll.  Seorang Komamdan memimpin pertempuran, dikirim dan diterjunkan dengan pesawat jumlah 600 prajurit. Berangkat jam 2.00 pagi hari, perjalanan 2 jam ditargetkan jam 4.00 proses penerjunan prajurit. Agar sergapan tuntas. Ternyata karena ke arah timur beda waktu, saat di tempat tujuan sudah jam 6.00 pagi. Alhasil 70% prajurit gugur saat di atas ditembaki musuh dari bawah di pagi hari yang terang. Dampak strateginya tercipta 420 an istri prajurit jadi janda, 930 an anak prajurit jadi yatim. Itulah dampak fatal  jika salah keputusan strategi dari Komandan ". ujar Danrindam l/BB 22 tahun silam.* Pada kehidupan sehari - hari sesungguhnya banyak contoh konkret dari arti strategi, misal : 1. Seseorang kebiasaannya bukan investasi atau memutar dana pada usahanya, tapi menabung hingga jumlah sangat banyak. Tanpa disadari bahwa inflasi dengan bunga bank tabungan relatif sama. Artinya kurun waktu tertentu ...

Trik menjadi pengusaha, belajar dari nabi Isa

Kisah motivasi untuk diterapkan oleh para calon pengusaha sukses. MENGENANG LANGKAH PERTAMA MEMASUKI DUNIA USAHA Wayan Supadno *" Ingat, Nabi Isa Almasih saja lahir di palungan jadi Insan panutan umat sedunia. Apalagi anak tentara. Kamu adikku sekaligus harapanku karena kita sesama perwira. Tetap tegar penuh semangat dan keikhlasan. Khusus ke Bu Wayan sekalipun suamimu di hutan jadi Guru/Pelatih di Dodiklatpur, jangan  takut jika sewaktu - waktu anaknya lahir. Kami tetap ada di dalam kesetiaan sesama prajurit ". Itulah pesan Danrindam l/BB Pematang Siantar Sumut. Beliau adalah Bp Letjen TNI (Purn) Djamari Chaniago. Pesan itu tepat 10 Januari 1995 tapi hidup dalam ingatan kami sekeluarga hingga sekarang. Tentu masih banyak nasihat bijaknya.* Tanggal tersebut bersejarah bagi kami sekeluarga. Genap 24 tahun kami mengajukan utamg ke Primkopad Rindam l/BB Pematang Siantar Sumut. Sebesar Rp 700.000 . Cairnya tanggal 12 Januari 1995 dan tanggal 19 Januari 1995 a...

Persaingan Perdagangan Dunia Usaha

DINAMISNYA SITUASI MAKIN SULIT DIMENGERTI *Ibaratnya, tak harus dikatakan atau dilakukan baru bisa dianalisa sebagai fortolio bahan keputusan beresiko tinggi. Tapi sudah tahu apa yang dipikirkan orang lain dan tahu keadaan yang tak terjangkau oleh pandangan mata sekalipun. Orang lain baru berpikir mau melakukan, tapi beluau sudah menjalani duluan.  Tanpa dikatakan dan dilakukan tapi sudah tahu apa yang dipikirkan, sehingga tinggal disuplai apa maunya. Efektif sekali.  Itulah insan luar biasa.  Itulah Panglima Besar Jendral Sudirman.* Saat ini. Portofolio usaha makin susah dipahami. Tak cukup hanya melakukan sinkronisasi antara kandisi urat nadi usaha (arus kas) mikro dengan kondisi makro bahkan global. Begitu dinamisnya, begitu cepat berubah dan beragam. Saat ini adalah saat pembelajaran bukan hanya kemampuan adaptasi dengan kondisi, tapi juga belajar dalam kendali mengelola emosi usaha. Antara konsolidasi dan ekspansi satu irama. Misal saja, ada 1 komoditas satu ...

Antara Ilmu dan Praktek di Lapangan

MENDEKATKAN ILMU DENGAN FAKTA DI LAPANGAN *" Belajar ilmu keuangan memang sulit, tapi lebih sulit lagi mengatur keuangan yang selalu kurang bahkan tidak ada uangnya sehingga harus skala prioritas. Belajar ilmu manajemen bisnis memang sulit, tapi lebih sulit lagi mewujudkan bisnis jadi besar bermanfaat nyata yang karena diawali dari nol. Seperti yang telah  dibuktikan oleh banyak insan legendaris. ". Itulah nasihat bijak menggelitik pada sebuah seminar di salah satu hotel di Jakpus 9 tahun silam.* Pernyataan tersebut disampaikan oleh narasumber karena menjawab peserta yang bertanya, bagaimana kiatnya agar usaha segera berjalan dengan lancar. Karena berbagai ilmu sudah dilcobanya tetap juga menghadapi berbagai macam cobaan bahkan merugi hampir menghabiskan modalnya. Bahkan kadang hadir rasa putus asa untuk berhenti berusaha. Lalu ditambah lagi, mungkin belum punya ilmu empiris menghadapi dinamisnya situasi di lapangan yang beragam. Yang tak selamanya sama masalahnya, an...

Manfaat Daun Salam yang Belum diketahui Orang

BELAKANG RUMAH BANYAK BURUNG KUTILANG LIAR BERKICAU Wayan Supadno. *" Lho, kok banyak burung liar berkicau di sekitar rumah Jakarta. Rasanya aneh. Menyenangkan sekali. Kami suka dengan ini semua ". Itulah komentar Bapak dan Ibu, tamu di rumah Cibubur beberapa waktu lalu. Beliau pejabat teras (Eselon 1) di salah satu kemeterian yang beberapa bulan lagi mau pensiun. Ngajak diskusi hal kebunnya yang akan diurus serius saat pensiun nanti.* Karena bertanya hal itu lalu saya jelaskan detail awalnya. Bahwa saya begitu bahagianya saat melihat dan mendengar kicauan burung, apalagi banyak kompak membentuk koloni , mencari makan bersama sambil menyanyi bersahut - sahutan. Itulah hal tak ternilai. Lalu saya sengaja menanam tanaman yang buahnya disukai burung kutilang yaitu Salam. Saat berrbuah merah kecil - kecil banyak sekali, bagai mengundang burung liar hingga puluhan ekor jumlahnya. Agar benihnya ditebar di banyak tempat sehingga terjadi proses regenerasi yang baik bagi...

Pesan Untuk Pemuda Masa Depan

ANGGAPAN HANYALAH HAMBATAN Pesan saya ke semua karyawan ; Perhatikan dan renungkan lalu analisa agar punya sikap dasar jika mau berbuat. Kita dulu membeli benih atau bibit lalu kita besarkan. Terus kita beli lahan lalu buat menanam bibit tersebut hingga besar. Jangan sampai setelah besar dibiarkan tak tetawat lalu tidak iuran buahnya untuk mengembalikan total modal investasinya, akhirnya pohon tersebut cuma numpang tulang kawan pohon - pohon lainnya, numpang nama saja. Dan jika ada yang berbuah jangan pernah sekalipun saya dapat laporan atau melihat ada buah tercecer tak terpanen lalu terjual, itulah salah satu sebab Tuhan marah lalu kita dapat kesulitan akibat ingkar terhadap rahmat Nya . Belajar menghargai atas penghargaan Tuhan kepada kita berbentuk kesempatan dan rejeki. Pesan singkat saya ke semua pekerja, yang niat saya membangun karakater SDM di internal usaha saya. Masih saja menuai pro kontra, yang kontra katanya saya terlalu sempurna harapannya atau kadang menganggap k...

Banjir Jakarta Salah Siapa ??

SALING ADU KEPINTARAN DI BALIK KEBANJIRAN * " Jika hari ini masih sama dengan hari kemaren dan jika hari esok masih sama dengan hari ini itu berarti belum ada perbaikan. Jika tahun ini masih sama dengan tahun - tahun sebelumnya itulah sesungguhnya kemunduran " , itulah petuah kuno yang tak lekang sepanjang jaman. Bisa jadi itu juga berlaku dalam memgelola pencegahan, pengendalian dan rehabilitasi bencana. Termasuk banjir di DKI kali ini .* Dalam keheningan, saya membayangkan betapa derita lahir bathin korban jiwa sudah dilaporkan 46 orang. Korban harta juga belum bisa dihitung, ragam kasus jadi ilmu hikmah ; 1. Ada yang kehilangan surat - surat brrharga untuk masa depannya. 2. Ada yang kehilangan mobil dan motor baru saja akad kreditnya. 3. Ada yang kehilangan tanaman dan udang yang tak lama lagi mau dipanen. Tentu masih banyak lagi derita akibat banjir kali ini. Di media massa dan medsos, jadi kesempatan bagai lomba adu pintarnya, ada juga yang mengaitkan ke a...

Gelar Kehormatan Dari Masyarakat

Selamat malam, setelah sekian lama blog ini vakum, kali ini saya akan mencoba menghidupkan kembali blog ini dengan memposting artikel yang dapat menambah wawasan Sahabat semua. Baik langsung saja ke inti pembahasan yang berjudul " Gelar Kehormatan dari Masyarakat" " Yang penting, seumur hidupku belum pernah menyebut diriku Kyai, kalaupun ada yang memanggilku Kyai,  itu kan orang lain atau masyarakat dan bukan saya. Saya tidak perlu dikatakan pintar oleh orang lain, apalagi oleh saya sendiri. Terpenting dalam hidupku bisa memberi manfaat, langkahku beruntung dan hari esokku selamat ",   Itulah pesan dari Sesepuh agama yang pernah saya dengar 33 tahun silam di kesunyian malam. Rasanya, makjleb tertanam dalam memori saya hingga saat ini. Hatiku saat itu, rasanya bahagia sekali karena dapat suri tauladan, seolah kami dipojokkan dengan kalimat bijaknya agar sadar dan makin tahu diri. Dengan begitu maka berusaha menahan dan mengendalikan diri. Kalau ibaratnya i...